Kamis, 23 Juli 2009

dear Tuhan

Tuhan,
sebenarnya aku lelah
aku merasa kesedihan ini terlalu lama
bagiku yang biasa tertawa
menjadi yang ter(atau di)lupakan,
tidak ada yang menginginkannya
berulang kali aku yakinkan diriku, Tuhan,
bahwa ini bukan apa-apa
aku dilemahkan keluhanku
sementara insan-insan lain........

ah, Tuhan, sulit bagiku untuk sanggup
keyakinanku akan kebukanapa-apaan itu hanya teori
aplikasinya?
ini hasilnya:
semakin lama semakin kuyakinkan diriku
semakin aku sadar bahwa aku sedang menipu diriku sendiri

aku pernah berlari, Tuhan,
karena aku tak mau membebani siapa-siapa
keluhanku takkan ada artinya
takkan ada yang selesai kalau begitu
tapi berlari pun rupanya tak mudah
aku jadi tak tahu apa yang terjadi di belakangku
mencari.... atau justru berpestapora atas keabsenanku...?
aku tak punya bayangan, Tuhan...

kini aku menjadi manusia yang dihinggapi kealfaan
kenihilan
aku tak tahu alasanku berbahagia
kalau bukan karena....

orang-orang itu, Tuhan..
aku sadar akhirnya kenapa kau kirimkan mereka
mereka adalah alasan
alasanku tetap hidup,
alasanku untuk bahagia
alasanku untuk yakin akan adanya Engkau

sungguh rencana-Mu, Tuhan...
faktor itu belum mungkin kau datangkan untukku sendiri
tapi lewat merekalah, Tuhan
aku sudah ingat lagi caranya tersenyum...

subhanallah, walhamdulillah, walaailaahaillallaah, wallaahuakbar...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar