Senin, 13 Juli 2009

sesuatu yang kita sebut iklan atau promosi

post ini inspirasinya gue dapet dari statusnya temen gue, renaldi.


"Kenapa yah produk yg gak diiklanin secara massal justru punya kualitas yg lebih baik??"


trus gue menjawab bahwa biasanya produk yang nggak laku dengan alasan kualitasnya masih kalah dengan produk lain itu, menyebabkan masyarakat akan cenderung mencari produk lain yang lebih berkualitas. hal ini menyebabkan sebuah perusahaan akan cenderung ingin lebih diakui masyarakat dengan mempromosikan produk mereka, yaitu dengan iklan dan promo.
well, correct me if I'm wrong.

kemudian renaldi komen lagi.


"Stelah gue baca berulang2 comment lo. Kok kaya ada pesan tersirat bahwa orang yg gak laku itu, butuh promosi yg banyak. Karena kualitasnya kalah bagus ama yg Lain."


wew. agak kaget juga membacanya. karena gue pikir di sini konteksnya adalah 'produk' sebagai 'barang'. rupanya persepsi renaldi adalah, manusia itu juga produk. gue lupa bahwasanya manusia itu pada dasarnya juga 'produk', entah 'produk alam', 'produk Tuhan', 'produk akal', atau yang lainnya.
gue mencoba menganalisis kalimat renaldi, malah bingung sendiri.

di sini maksudnya kualitas itu, outer, atau inner?

haruskah orang yang outer-nya lower quality mempromosikan dirinya dengan mempercantik dirinya?
buat cewek mungkin, yaaa dengan menata rambut, pakai make up, beli baju2 yang lagi in, sedangkan buat cowok mungkin kayak potong rambut dengan gaya tertentu, pakai parfum, or usaha2 apapun yg mempermenarik penampilan fisik.
atau mungkin menjadikan foto dengan pose terbaik sebagai primary di facebook, mungkin itu juga salah satu bentuk promosi diri secara outer, atau yang tangible. *ah! I finally got the word!*



lalu kemudian gue sampai pada pemikiran kedua: orang yang mempromosikan inner dirinya, orang yang dulu sempat menganggap inner quality-nya low, namun akhirnya menyadari bahwa ia punya 'sesuatu' yang ingin ia promosikan.

yang dimaksud promosi diri itu kira-kira seperti ini menurut gue:
orang yang sebelumnya belum pernah 'melakukan' sesuatu, akan memiliki dua pilihan: mencoba atau tidak. gue menginterpretasikan di sini orang yang mau mencoba adalah orang yang mempromosikan dirinya secara inner. it means dia mengeksplor apa yang dia punya, dia keluarkan, dan dia tunjukkan *promosikan* ke luar. ga mesti yang inner-nya sudah high saja, tapi yang benar2 start from the beginning. itu yang gue sebut promosi. misalnya: ikut kepanitiaan di kampus dengan mengisi nama di papan open recruitment. itu berarti dia mempromosikan tanggung jawab, komitmen, serta kemampuan intrapersonal dan interpersonalnya di depan para PJ dan PO. ia mempromosikan sesuatu yang intangible.
correct me if I'm wrong (again)



kedua aspek selesai.
setelah merangkum kedua macam promosi itu, gue berpikir:
"mana ya, yang lebih penting?"
lalu timbul lagi pikiran:
"mana ya, yang biasanya lebih sering, dilakukan orang untuk dirinya?"


tanya kenapa?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar