Jumat, 10 Juli 2009

sebuah insight

menjadi orang dengan degradasi akademis tidaklah mudah.



bingung?



oke...
menjadi orang yang tadinya selalu jadi juara 2 di kelas unggulan IPS kemudian mendapat angka 2,43 di Indeks Prestasi semester 4-nya tidaklah mudah.

yak!
2,43, sodara-sodara!

mungkin banyak orang yang heran kenapa gue bisa dengan santainya mengatakan bahwa IP gue 2,43. banyak yang mengatakan bahwa seharusnya gue malu dengan IP segitu. bahkan ada lagi yang mengatakan bahwa harusnya IP segitu di universitas negeri tuh udah bagus. daripada IP lo 3,999999 di universitas yang bahkan surat akreditasinya nggak jelas.

well, to me, 2,43 is still 2,43. di manapun universitasnya.
dan tidak, gue tidak santai.
gue sempat stres.
tapi gue selalu berusaha santai (denial is my middle name, remember? --> well, for those who doesn't know yet, Denial is my unwritten-in-my-birth-certificate middle name) dan meyakinkan orang-orang bahwa gue baik-baik saja.
saat ini memang sudah baik-baik saja. tapi proses menuju ke-baik-baik-saja-an itu tidaklah enak.
gue harus melewati banyak tangisan, kemarahan, kekecewaan, hingga akhirnya pada sebuah motivasi.

gue inget kemaren edina (senior gue di psiko) bilang, "kalo apply magang, biarpun IPK-lo gak seberapa tapi pengalaman lo banyak, itu akan memudahkan kok."
terus (walaupun tanpa hitung2an yang detail) edina juga bilang bahwa dengan IP gue yang segitu, jumlah SKS yang gue ambil juga cuma segitu, gue masih bisa lulus 4 tahun. yang penting digeber.
dan hari ini, gue pergi ke sebuah perkantoran di daerah kuningan. gue harus menyerahkan sebuah surat resmi, maka gue pun berpakaian rapi pula. kemeja garis2 dibalut cardigan, celana jeans (oke, ini nggak rapi), selop cantik, dan make up.
awalnya gue pikir ini cuma formalitas doang kok. kan gue bakal ketemu orang penting.
setelah gue masuk lift, gue berkaca pada sisi2 lift yang memang seperti cermin. i looked at myself, and, "wow, gue bakal seperti ini kalau magang nanti!" *without the jeans of course* dan gue teringat kata-kata edina kemaren...


tiba-tiba gue jadi semangat magang.
gue jadi nggak menyesali IP gue yang segitu.


gue lebih menghargai pengalaman kepanitiaan dan semua kegiatan yang pernah gue lakukan. gue nggak menyesal mengikuti segala macam kegiatan di luar akademis. gue lebih menghargai orang-orang yang udah pernah mempercayakan sebuah pekerjaan pada gue. danang, kak bebek, dinda, bang eric, steffi, pharel, subkhan dan orang-orang lain.

tapi lantas nggak berarti gue nggak merasa akademis itu penting. tetep penting. makanya dengan kata2 dari edina kemaren, gue berencana buat menggeber semester lima. mungkin dengan nggak-ngekos-nya gue lagi bisa membantu gue lebih kondusif belajar.

berbekal pengalaman2 kegiatan gue previously, dan dengan motivasi2 gue untuk berikutnya, gue mengucap bismillah dan start all over again...

bismillaahirrahmaanirrahiim...

NB: ternyata insight itu ada di mana-mana ya. siapa sangka gue bisa dapet kata2 dari edina itu awalnya cuma karena iseng2 ngobrol nunggu kelas? dan siapa sangka gue punya semangat magang cuma karena ngaca di dalem lift? :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar